"Kalau biasanya dalam setahun bisa dua sampai maksimal tiga kali tanam, dengan adanya air ini, kami berharap bisa meningkat menjadi empat, bahkan lima kali. Artinya, lahan tetap produktif dan pendapatan petani juga bisa ikut meningkat," ujar Gus Par.
Musim kemarau 2026 menjadi pengalaman pertama bagi petani Subak Abian Samuh bisa menanam dengan dukungan aliran air. Tidak hanya bawang, sejumlah petani juga mulai mencoba komoditas lain, seperti timun dan kacang panjang. Walhasil, lahan yang sebelumnya berpotensi kurang produktif saat kemarau kini mulai dimanfaatkan secara maksimal.
Gus Par menegaskan pemerintah akan terus mendorong penguatan sektor pertanian, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar petani berupa ketersediaan air. Gus Par tak ingin lahan pertanian hanya produktif saat musim penghujan.