NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan bahaya yang mengintai Pantau Utara Jawa (Pantura). Pantura tenggelam jika permukaan tanah terus menurun.

AHY mengungkapkan bahwa 90% air baku untuk kebutuhan industri masih bersumber dari air tanah. Sementara itu, sekitar 70% kebutuhan air bersih rumah tangga juga masih mengandalkan air tanah.

AHY menilai, kondisi ini menjadi perhatian pemerintah. Penggunaan air tanah secara berlebihan dapat memperparah penurunan muka tanah atau land subsidence. Dampaknya, kawasan pesisir semakin rentan terhadap banjir rob dan ancaman kenaikan muka air laut.