Dia mengatakan, biasanya makam-makam kuno itu sudah mulai terlihat sejak Agustus. Namun pada kemarau tahun ini baru terlihat pada September.

"Biasanya Agustus sudah mulai kelihatan. Tahun ini surutnya agak lambat, sehingga belum semuanya muncul," pungkasnya.

Untuk diketahui, pembangunan Waduk Gajah Mungkur ini menenggelamkan sebanyak 51 desa yang tersebar di 7 kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Lokasi makam-makam kuno yang terlihat saat ini dulunya merupakan tempat permakaman umum.

Lihat juga Video 'Penjelasan BMKG soal Viral Air Laut Surut Dekat Anak Krakatau':