NADIKABAR.COM — Airbnb akan menyumbangkan sebagian pendapatannya dari setiap masa inap untuk Airbnb.org guna menyediakan tempat menginap sementara gratis bagi mereka yang membutuhkan pada masa krisis.

Model pendanaan baru ini menyediakan dana sebesar USD 500 juta atau sekitar Rp 9 triliun untuk Airbnb.org selama lima tahun ke depan sehingga organisasi nirlaba ini dapat terus berupaya menyediakan 1 juta malam penginapan gratis setiap tahunnya.

Dana ini juga memungkinkan Airbnb.org memperluas upayanya untuk membantu keluarga yang bepergian karena perawatan medis, hingga para penyintas yang melarikan diri dari kekerasan dalam rumah tangga dan eksploitasi.

Sepanjang tahun 2026, hampir 60% check-in Airbnb.org di seluruh dunia berlangsung dalam waktu 24 jam setelah pemesanan. Di Indonesia sendiri, Airbnb.org telah menyediakan lebih dari 3.200 malam penginapan darurat gratis bagi masyarakat yang terdampak krisis sejak 2020.

Di saat keluarga kehilangan tempat tinggal akibat krisis, Airbnb.org mendampingi mereka agar segera mendapatkan hunian yang aman. Tahun ini, Airbnb.org juga bermitra dengan Caritas untuk menyediakan hunian darurat gratis bagi para pengungsi bencana serta petugas tanggap darurat pasca gempa bumi di Flores.

Gagasan untuk mendirikan Airbnb.org bermula pada tahun 2012 ketika seorang tuan rumah membuka rumahnya bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat Badai Sandy. Tuan rumah lainnya pun kemudian ikut serta, dan pada tahun 2020, upaya ini menginspirasi Airbnb untuk mendirikan Airbnb.org, sebuah organisasi nirlaba independen.

Sejak saat itu, Airbnb.org telah memfasilitasi lebih dari 1,6 juta malam tempat menginap gratis bagi lebih dari 250.000 orang di seluruh dunia. Salah satu pendiri dan CEO Airbnb, Brian Chesky, menjelaskan bahwa tindakan murah hati tersebut kini menjadi komitmen jangka panjang perusahaan.

"Empat belas tahun yang lalu, setelah Badai Sandy melanda, seorang tuan rumah membuka rumahnya bagi mereka yang tidak punya tempat untuk mengungsi. Tindakan murah hati yang sederhana itu kemudian berkembang menjadi Airbnb.org," ujar Chesky dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).