“Saya juga senang dengan investasi AS, yang mencapai 3,4 miliar dolar AS dalam tiga kuartal terakhir, sehingga AS kini menjadi investor terbesar keempat di Indonesia,” jelas Menko.

Airlangga mengatakan pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen pada 2029 melalui delapan strategi utama, yakni swasembada pangan, industrialisasi berorientasi ekspor, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan biru, pembangunan perkotaan, transformasi digital, investasi, serta belanja pemerintah yang produktif.

Dalam upaya tersebut, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan perusahaan AS di sejumlah sektor, antara lain manufaktur, teknologi digital, kecerdasan artifisial (AI), dan energi.

Pemerintah juga mendorong kemitraan yang tidak hanya mendatangkan investasi, tetapi turut membawa teknologi dan keahlian guna mengembangkan rantai pasok nasional.

Di sektor semikonduktor sendiri, Airlangga menyampaikan bahwa nilai pasar diperkirakan meningkat dari 5,08 miliar dolar AS pada 2025 menjadi 7,07 miliar dolar AS pada 2030.

Perkembangan itu dinilai membuka peluang penguatan kerja sama industri tersebut antara Indonesia dan AS.