βDemikian pula di sektor manufaktur dengan menggunakan machine-to-machine learning dengan Internet of Things (IoT) dan industry 4.0. Ini sekarang pabrik mati lampu pun bisa jalan karena mereka sudah menggunakan otomatisasi,β katanya menambahkan.
Ia menilai AI akan menjadi game changer sekaligus mendirikan industri baru, yaitu industri data center, yang didukung oleh potensi Indonesia dari sisi lahan, energi, air, dan pasar domestik.
Lebih jauh, Airlangga mengatakan pengembangan ekonomi digital perlu diiringi dengan ketersediaan data yang berkualitas dan penguatan sumber daya manusia (SDM).
Melalui kerja sama ASEAN dalam Digital Economic Framework Agreement (DEFA), ekonomi digital kawasan diperkirakan meningkat dari sekitar 1 triliun dolar AS menjadi 2 triliun dolar AS.
Indonesia, dengan porsi sekitar 40 persen ekonomi ASEAN, menurut dia, memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi digital kawasan.