Untuk mendukung transformasi tersebut, ia mengatakan pemerintah juga terus memperkuat program vokasi dan kolaborasi dengan dunia usaha, termasuk pengembangan talenta AI dan semikonduktor.

Transformasi ekonomi Indonesia, lanjutnya, perlu dilanjutkan dari pertanian menuju industri, kemudian menuju digitalisasi dan jasa bernilai tambah tinggi.

Penguatan hilirisasi, industrialisasi, energi hijau, dan digitalisasi menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional serta membuka peluang mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.

“Jadi inilah kesempatan-kesempatan yang terus didorong. Pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan mengajak dunia usaha untuk bersama-sama membangun kesempatan yang ada,” kata Airlangga.