NADIKABAR.COM β€” Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan hilirisasi harus semakin berbasis teknologi melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

Airlangga di Jakarta, Selasa, mengatakan hal itu penting agar aktivitas hilirisasi dapat semakin efisien dan meningkatkan produktivitas.

β€œKe depan, hilirisasi juga harus semakin berbasis teknologi dengan memanfaatkan AI,” katanya.

Lebih lanjut, Airlangga mencontohkan beberapa industri termasuk PT Vale Indonesia yang sudah mengimplementasikan AI terutama untuk di tempat-tempat yang tidak ramah bagi pekerja manusia (human friendly).

β€œDi mana kepatuhannya meningkat dari 89 persen menjadi 95 persen, dan meningkatkan produksi tambahan 182 ton nikel per tahun. Jadi ini hanya bisa dilakukan oleh AI,” ujar dia.

β€œDemikian pula di sektor manufaktur dengan menggunakan machine-to-machine learning dengan Internet of Things (IoT) dan industry 4.0. Ini sekarang pabrik mati lampu pun bisa jalan karena mereka sudah menggunakan otomatisasi,” katanya menambahkan.

Ia menilai AI akan menjadi game changer sekaligus mendirikan industri baru, yaitu industri data center, yang didukung oleh potensi Indonesia dari sisi lahan, energi, air, dan pasar domestik.

Lebih jauh, Airlangga mengatakan pengembangan ekonomi digital perlu diiringi dengan ketersediaan data yang berkualitas dan penguatan sumber daya manusia (SDM).

Melalui kerja sama ASEAN dalam Digital Economic Framework Agreement (DEFA), ekonomi digital kawasan diperkirakan meningkat dari sekitar 1 triliun dolar AS menjadi 2 triliun dolar AS.

Indonesia, dengan porsi sekitar 40 persen ekonomi ASEAN, menurut dia, memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi digital kawasan.

Untuk mendukung transformasi tersebut, ia mengatakan pemerintah juga terus memperkuat program vokasi dan kolaborasi dengan dunia usaha, termasuk pengembangan talenta AI dan semikonduktor.

Transformasi ekonomi Indonesia, lanjutnya, perlu dilanjutkan dari pertanian menuju industri, kemudian menuju digitalisasi dan jasa bernilai tambah tinggi.

Penguatan hilirisasi, industrialisasi, energi hijau, dan digitalisasi menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional serta membuka peluang mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.

β€œJadi inilah kesempatan-kesempatan yang terus didorong. Pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan mengajak dunia usaha untuk bersama-sama membangun kesempatan yang ada,” kata Airlangga.