Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen pada triwulan III-2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan II-2026 sebesar 5,29 persen.

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan yang memiliki kontribusi terbesar terhadap PDB, yakni 19,22 persen, tumbuh 5,87 persen.

Pertumbuhan industri tersebut didukung oleh sejumlah subsektor, antara lain industri makanan dan minuman yang tumbuh 7,09 persen, kimia dan farmasi 8,10 persen, logam dasar 9,94 persen, serta alat angkutan dan otomotif 6,14 persen.

Airlangga mengatakan proyek prioritas pemerintah turut mendorong aktivitas ekonomi pada sektor konstruksi yang tumbuh 6,42 persen. Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari kegiatan yang mendukung pertumbuhan sektor tersebut.

Ke depan, pemerintah memperkirakan momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga pada triwulan IV-2026.