Optimisme tersebut didukung sejumlah indikator ekonomi, salah satunya indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 yang berada di level 54,0, meningkat dibandingkan September 2026 sebesar 52,4.
Airlangga menjelaskan PMI manufaktur tersebut menunjukkan aktivitas industri berada dalam fase ekspansi dan mencapai level tertinggi sejak Maret 2026.
"Selain itu, Indeks Kepercayaan Industri yang disusun Kementerian Perindustrian tercatat sebesar 53,77. Penjualan listrik juga meningkat 9,21 persen, sedangkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tetap berada pada level optimistis sebesar 118,1," katanya.
Meski demikian, Airlangga tetap mencermati sejumlah risiko yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, terutama tekanan harga pangan dan energi serta dinamika nilai tukar rupiah.
"Capaian pertumbuhan sebesar 5,47 persen ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah, dipimpin Bapak Presiden Prabowo, sudah berada di jalur yang tepat dengan fundamental yang kuat dan investasi yang terus meningkat. Dukungan kebijakan yang terarah akan terus dijalankan, meskipun masih terdapat berbagai tantangan yang perlu diselesaikan," kata Airlangga.