Lebih lanjut dikatakannya, infrastruktur ADS-B AirNav Indonesia di Natuna dan Matak mendukung ketersediaan data surveillance untuk kebutuhan operasional kedua pihak.

Secara operasional, kedua fasilitas tersebut akan memberikan data surveillance dengan cakupan jangkauan sedikitnya 250 nautical miles atau sekitar 463 kilometer dalam line of sight, atau jangkauan tanpa terhalang.

Selain cakupan layanan, kerja sama juga menetapkan persyaratan kinerja sistem. Data ADS-B ditetapkan memiliki aircraft update rate atau pembaruan data posisi pesawat setiap satu detik.

Sementara 95 persen data yang dikirimkan dari ground station atau stasiun pemantau di darat ditargetkan diterima dalam waktu kurang dari dua detik.

Kemudian, sistem juga dipersyaratkan memiliki availability atau tingkat ketersediaan layanan ADS-B lebih dari 99,9 persen, dengan dukungan arsitektur sistem yang memiliki redundansi atau sistem cadangan untuk menjaga keberlanjutan layanan.

"Bagi AirNav Indonesia, kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan interoperabilitas atau kemampuan sistem untuk saling terhubung dan bekerja bersama dalam pelayanan navigasi penerbangan," tuturnya.