Peluang kolaborasi mencakup studi kelayakan, riset, uji coba teknologi, serta pengembangan kompetensi personel. Remote/Digital Tower diarahkan untuk mendukung pelayanan di bandara dengan kepadatan lalu lintas rendah.
Rencana SBAS mencakup riset karakteristik ionosfer wilayah ekuatorial untuk mendukung peningkatan kinerja navigasi satelit.
Sementara itu, TLS dijajaki sebagai pilihan pendukung pendekatan pendaratan presisi pada bandara dengan kondisi medan atau keterbatasan infrastruktur tertentu.
βForum ini membuka ruang kolaborasi teknis guna memastikan sistem navigasi nasional selaras dengan perkembangan standar keselamatan penerbangan global,β ucap Zainal.
Program RTM berlangsung pada 26 Oktoberβ6 November 2026 dengan melibatkan delegasi Indonesia dan Filipina.
Sesi Business Briefing mempertemukan delegasi dengan perusahaan Amerika Serikat untuk membahas kebutuhan pengembangan dan peluang kolaborasi teknologi di bidang keselamatan dan keamanan penerbangan.