Menurut Setio, penerapan FRTO di Indonesia memiliki tantangan tersendiri. AirNav menangani ruang udara seluas sekitar 7,79 juta kilometer persegi yang membentang di lebih dari 17.000 pulau, serta berkoordinasi dengan 10 FIR negara tetangga.

Untuk mengantisipasi pola konflik antarpesawat yang lebih dinamis, AirNav memperkuat dukungan sistem otomasi dan kompetensi pemandu lalu lintas udara.

β€œStandar separasi, koordinasi, dan prosedur keselamatan tetap menjadi bagian dari operasional,” katanya.

AirNav juga memperluas penerapan FRTO lintas FIR melalui koordinasi dan penyesuaian prosedur dengan negara tetangga. Capaian pentingnya meliputi operasi penuh dengan FIR Oakland pada Maret 2023, FIR Port Moresby pada Juni 2024, serta operasi penuh FRTO Indonesia-Australia pada Juli 2025.