Sepanjang 2020–2025, sebanyak 10.578 penerbangan tercatat memanfaatkan FRTO di FIR Jakarta dan Ujung Pandang. Pada 2025, jumlahnya meningkat 82 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari 2.770 menjadi 5.030 penerbangan.

Berdasarkan perhitungan AirNav Indonesia, pemanfaatan FRTO pada 2025 menghasilkan penghematan biaya bahan bakar maskapai sebesar 8,04 juta dolar AS sekaligus menghindari emisi karbon dioksida (CO2) sebesar 5.426 ton.

Efisiensi lintasan tersebut turut mengurangi jarak tempuh, waktu terbang, dan konsumsi bahan bakar.

“Ke depan, FRTO menjadi salah satu fondasi pengembangan Trajectory-Based Operations (TBO). AirNav juga menyelaraskan pengembangan kompetensi pemandu lalu lintas udara dengan ICAO APAC Project 30/10 sebagai bagian dari modernisasi layanan navigasi penerbangan,” ujar Setio.