Teknologi itu dikembangkan untuk membantu mempercepat proses pembuatan Notice to Airmen (NOTAM), yakni pemberitahuan informasi penting bagi personel terkait operasi penerbangan.

Dengan bantuan AI, proses pembuatan NOTAM dapat dilakukan sekitar satu menit sebelum hasilnya diperiksa dan diverifikasi oleh validator.

Selain itu, AirNav Indonesia dan Telkom University mengembangkan sistem penjadwalan otomatis berbasis teknologi digital untuk mengatur jadwal kerja personel Air Traffic Control (ATC) atau pemandu lalu lintas udara.

Zainal mengatakan penggunaan AI untuk penjadwalan diperlukan karena pengaturan jadwal personel ATC melibatkan banyak pekerja serta ketentuan waktu kerja dan istirahat yang harus dipenuhi.

"Selain menjajaki pengimplementasian NOTAM AI, saat ini kami juga sedang menyusun aplikasi berbasis AI untuk penjadwalan dan pengaturan tugas personel ATC," katanya.

Ia menjelaskan personel ATC tidak boleh bekerja secara nonstop selama dua jam dan jeda antarsif untuk satu personel tidak boleh kurang dari 15 jam.

Dengan banyaknya jumlah personel yang harus dijadwalkan, penggunaan teknologi AI diharapkan dapat membantu proses pengaturan menjadi lebih efisien dibandingkan dengan cara manual.

Sementara itu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Fauzan Adziman mengapresiasi kolaborasi AirNav Indonesia dengan perguruan tinggi untuk menghasilkan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi industri.

Menurut Fauzan, penelitian perlu berangkat dari masalah yang jelas agar hasilnya dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi pengguna.