Piere juga menilai banyak anak muda Jakarta memiliki potensi untuk mengambil peran dalam rantai ekonomi kreatif tersebut. Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk terus berkarya sekaligus ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta.
"Oleh karena itu, saya mengajak kepada seluruh anak muda Jakarta, mari kita terus berkarya, kita tingkatkan perekonomian melalui ekonomi kreatif, menuju Jakarta top 10 di global city," tuturnya.
Sementara itu, isu berbeda disampaikan None Citra, 25 tahun, perwakilan Jakarta Timur yang meraih gelar Juara None 2026. Dalam sesi yang sama, Rano Karno menanyakan bagaimana Jakarta dapat semakin terhubung dengan dunia dan berkembang sebagai kota global tanpa kehilangan identitas budayanya.
"Semakin Jakarta terhubung dengan dunia, semakin besar pula pengaruh budaya dan gaya hidup global. Bagaimana menurut Anda, Jakarta dapat menjadi kota semakin global tanpa kehilangan identitasnya?" tanya Rano.
Citra menjawab bahwa perjalanan Jakarta menuju kota global harus tetap berakar pada identitas budayanya. Menurutnya, pemajuan daerah tidak boleh mengesampingkan peninggalan tradisi yang menjadi ciri khas masyarakat lokal.
"Jika Jakarta ingin menjadi kota global, kita harus berasas dengan budaya kita," ujarnya.
Bagi Citra, menjaga budaya bukan semata-mata mempertahankan peninggalan sejarah. Ia menilai hal yang tidak kalah penting adalah menghidupkan kembali nilai-nilai yang terkandung di dalam budaya tersebut agar tetap relevan bagi generasi masa kini dan masa depan.