"Saya menyadari bahwa tindakan saya tersebut adalah sebuah kesalahan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan, serta tidak ada pembenaran atas perbuatan saya," katanya.
"Saya melakukan tindakan tersebut secara spontan dan tanpa ada instruksi dari siapapun, sekali lagi saya memohon maaf sebesar-besarnya atas semua tindakan saya yang terlalu berlebihan dan berjanji tidak akan mengulangi kembali," katanya.
Sebelumnya, Pemprov Kaltim menjelaskan awal mula ajudan Gubernur Rudy Mas'ud menyenggol sejumlah pendemo di kawasan kantor Gubernur Kaltim, Samarinda. Insiden itu disebut saat Rudy hendak menunaikan salat magrib di Masjid Nurul Mukminin, kawasan kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin (19/10). Lantas, ajudan melakukan kontak fisik dengan pendemo yang menggelar demonstrasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lokasi.