Ia menyebut dalam penghargaan YII Awards 2026 terdapat 36 finalis yang disaring dari 300 submisi proyek konstruksi dari 53 negara.

Sebanyak 70 persen dari 336 finalis menggunakan akal imitasi dalam pekerjaan konstruksi mereka. Sementara 25 persen dari total 300 submisi menggunakan AI.

Hal itu berarti, penggunaan AI dalam dunia konstruksi makin tinggi menilik banyak keuntungan dibanding tidak melibatkan kecerdasan buatan. AI membantu memberi banyak pertimbangan lapangan efektif sehingga kesalahan pengerjaan dan kerugian menjadi minimal.

Pihak Bentley melihat perusahaan-perusahaan infrastruktur mulai memanfaatkan AI untuk membantu tenaga ahli menangani pekerjaan yang semakin banyak.

Dengan kapasitas kerja yang meningkat, mereka kemudian dapat mengoptimalkan perencanaan dan desain proyek secara lebih mendalam.

"Terlihat jelas bahwa AI telah memberikan dampak pada setiap tahapan siklus hidup infrastruktur, mulai dari perencanaan, desain, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan," katanya.