Menurut Jajang, Kelas Akademi Kripto milik Timothy Ronald tidak terdaftar dan tanpa izin resmi. Dia mengatakan tidak ada pengawasan dan jaminan mutu.

"Terlapor tidak memiliki sertifikasi sebagai penasihat investasi. Padahal hal tersebut merupakan kewajiban sesuai ketentuan OJK. Tanpa sertifikasi, nasihat atau arahan yang diberikan tidak memiliki standar etika dan berpotensi menyesatkan. Dalam dunia keuangan, tidak boleh sembarangan memberikan nasihat investasi kepada orang lain tanpa kompetensi yang jelas," ujarnya.

Nama Timothy Ronald disebut-sebut dan diduga terlibat dalam unggahan yang di media sosial. Selain Timoty, ada orang lain yang ikut terseret dalam kasus tersebut, yakni Kalimasada.

Disebutkan bahwa korban penipuan trading kripto itu kebanyakan berusia 18-27 tahun atau gen Z. Ditaksir kerugian mencapai miliaran rupiah.

Salah satu korban, Younger, mengaku tergiur ikut trading kripto setelah melihat gaya hidup mewah Timothy Ronald.

"Si TR (Timothy Ronald) ini merupakan satu influencer yang sangat terkenal. Nah, saya melihat dia dari Instagram, dari cara dia flexing segala macam, kaya dari kripto cepat, terus bisa beli mobil mewah dalam usia muda. Nah, itu saya tergiur," kata Younger setelah diperiksa di Polda Metro Jaya, Selasa (13/1).

Younger pun akhirnya membeli member untuk Akademi Kripto, sebuah platform edukasi pasar aset kripto yang didirikan oleh influencer keuangan Timothy Ronald bersama rekannya, Kalimasada. Younger harus membayar puluhan juta untuk bisa bergabung.

"Member-nya itu bukanlah harga murah loh. Saya beli awal Rp 9 juta. Terus diiming-imingi ada member yang lifetime seharga Rp 39 juta. Total ya saya habis di Rp 50-an (juta) lah kurang lebih, kurang lebihnya untuk member," ujarnya.

Menurut dia, Timothy Ronald dan Kalimasada menjanjikan untung hingga 500 persen dari modal yang dipasang. Namun Younger kini mengaku rugi hingga Rp 3 miliar setelah melakukan trading kripto.

Pengacara Younger, Jajang, mengaku dia dihubungi korban-korban lainnya. Sejauh ini total ada 300 orang korban dengan kerugian yang beragam.