NADIKABAR.COM — Panggung Penerimaan Raya Mahasiswa Baru (Prabu) Universitas Padjadjaran (Unpad) seharusnya menjadi ruang bagi mahasiswa baru menyampaikan suara mereka. Namun, satu sesi percakapan justru berkembang menjadi polemik yang tak berhenti setelah acara selesai.

Semuanya terjadi setelah seorang mahasiswa baru bernama Keisha, curhat kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Potongan videonya lalu beredar di media sosial, dan dari sana beragam narasi bermunculan sampai pihak kampus dan KDM akhirnya memberikan penjelasan.

Saat itu, KDM berkesempatan memberikan kuliah umum dalam agenda Prabu Unpad 2026 awal bulan Agustus lalu. Keisha sendiri merupakan mahasiswa baru Unpad asal Leles, Garut, yang berkuliah di Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Pemerintahan.

Singkatnya, Keisha di momen itu menceritakan kisah hidupnya kepada KDM. Dia mengisahkan bahwa dirinya menjadi korban perceraian orang tua. Ayahnya disebut tidak bertanggung jawab, sehingga ia dibiayai oleh sang ibu yang saat ini bekerja di restoran dengan bekal pas-pasan.

Sebetulnya saat perbincangan dilakukan, KDM sesekali berceloteh dengan Keisha hingga mengundang gelak tawa mahasiswa lainnya. Bahkan, Keisha juga mengatakan kuliah di Unpad dengan modal nekat.

Iba dengan semangat Keisha berkuliah, dia pun mendapatkan bantuan dari KDM. Banyak yang memberikan dukungan kepada Keisha, hingga video perbincangan Keisha dengan KDM viral di media sosial (medsos).

Namun beberapa hari kemudian, cerita berbeda datang mengenai kondisi Keisha. Ia dikabarkan mengalami tekanan psikologis, merasa malu, dan kehilangan semangat untuk berkuliah.

Hal itu terjadi karena interaksi KDM dan Keisha viral setelah sejumlah pertanyaan dan candaan soal kondisi keluarga serta pilihan jurusannya dinilai warganet kurang sensitif. Meski begitu, Rektor Unpad Arief Sjamsulaksan Kartasasmita mengatakan, kondisi Keisha baik-baik saja.

"Kuliahnya sih baik-baik saja. Dia enggak ada apa-apa," kata Arief di Rektorat Unpad, Kamis (20/8/2026). "Justru saya ingin tidak memperbesar ini menjadi masalah lebih meluas, karena kasihan pada anaknya," tambahnya.