Arief menegaskan bahwa Keisha dalam kondisi baik-baik saja. "Jadi prinsipnya, konteksnya, kalau ada sesuatu, semua sudah terkontrol kok. Enggak ada masalah apa-apa," tuturnya.
Arief menyebut pihaknya akan terus memberikan pendampingan kepada Keisha. "Semua anak kalau ada permasalahan kuliah, tentu akan kami tangani, kami beri pendampingan. Tapi saya sudah bertemu, kemarin lusa bertemu, kita tanya betul-betul," tuturnya.
"Mungkin itu ada masalah yang terlalu dibesar-besarkan di masyarakat. Jadi adiknya sih sebenarnya udah enggak ada masalah apa-apa, dan dia berkuliah seperti biasa," tambahnya.
Terkait permasalahan keluarga yang dialami Keisha, pihaknya akan memberikan pendampingan. Termasuk, opsi untuk memberikan skema beasiswa kuliah untuk Keisha.
"Oh tentu, tentu. Jadi kami punya banyak sekali mahasiswa yang ada permasalahan dengan keluarga, baik secara ekonomi, secara hubungan, dan seterusnya. Tentu sekarang menjadi mahasiswa kami, tentu akan kami berikan pendampingan. Jadi kami akan bantuan, kuliahnya kalau kurang kami berikan KIP-K Pemerintah dan seterusnya. Jadi kami akan lakukan semacam itu," tuturnya.
"Jadi enggak ada masalah. Ini kan situasinya memang sekarang ini seolah-olah lebih ramai di media daripada kenyataannya, tapi sebetulnya tidak," ucapnya.
Lalu bagaimana respons KDM setelah video itu viral? Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kondisi Keisha saat ini dalam keadaan baik. Ia membantah keras kabar yang menyebutkan bahwa mahasiswi tersebut enggan melanjutkan kuliah karena merasa malu atau tertekan.
"Saya ingin menyampaikan ya, bahwa berita, informasi, narasi yang mengatakan Keisha, mahasiswa Unpad jurusan ilmu pemerintahan yang bertemu dengan saya pada saat maba dan melakukan oversharing dalam keadaan sakit, malas kuliah gara-gara ucapan saya yang dianggap merendahkan jurusan yang dia tekuni, itu adalah berita yang tidak benar," kata KDM.