NADIKABAR.COM — Kemacetan parah hingga mengular sampai beberapa kilometer yang kerap terjadi pada akses penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur dinilai membawa dampak cukup besar bagi roda perekonomian Jawa dan Bali.

Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno, menegaskan penanganan kemacetan ini tidak bisa dibebankan ke satu pihak saja, melainkan butuh kolaborasi dan integrasi lintas instansi.

Menurutnya pembenahan akses penyeberangan Ketapang-Gilimanuk melibatkan banyak elemen mulai dari regulator, pengelola pelabuhan, operator kapal, kepolisian, pemda, hingga pengguna jasa.

"Secara teknik, jika dilihat ini semua karena masalah optimasi jaringan dan simpul, serta dalam mengatasinya perlu kerja sama semua pihak. Jika hal ini dilakukan, InsyaAllah tertangani macet akan selesai," kata Djoko dalam keterangan resminya, ditulis Sabtu (3/10/2026).