Selain memadamkan api, ia bahkan rela membelah kepungan asap menggunakan sampan sejak pukul lima subuh demi menembus Desa Kanarakan, kawasan terisolasi tanpa akses sinyal. Di sana, ia menyalurkan langsung bantuan medis ke puskesmas setempat.

"Ada 100 lebih KK, tadinya pun Puskesmas sempat kosong enggak ada nakes, pengobatan terdekat tiga jam. Kita bawa bantuan obat-obatan dari teman-teman semua ya," ungkapnya.

"Ini namanya assessment, setelah kedatangan awal, kami akan diskusi dan putuskan bisa bantu apa jangka panjangnya."

Keresahan serupa dirasakan komedian Riyuka Bunga yang turut sibuk mendistribusikan logistik makanan bagi para relawan di Palangka Raya.

Lewat pantauan langsungnya di lapangan, ia melempar sentilan tajam kepada pihak berwenang agar tidak mudah terkecoh dengan kondisi pinggiran hutan yang sekilas masih terlihat hijau.

"Mungkin pemerintah bilang ya, ini enggak apa-apa kok baik-baik aja. Iya luarnya pak, dalemnya kita enggak tau ya pak. Bapak harus ke dalem kayaknya deh," sindirnya.

"Ya benar banget, coba bapak lebih dalem lagi lihatnya, biar bapak tau bahwa kita tidak baik-baik saja. Ini memang sampah luar masih hijau ya... Tapi kalau lu masuk ke dalam... Nah, ini sampai ke sana-sananya tuh, sudah terbakar. Masih hijau ya. Jadi dalamnya dulu yang hancur justru."