NADIKABAR.COM — Peneliti keamanan siber membongkar keberadaan celah keamanan fatal berlabel WPSplinter yang mengintai ratusan juta router berbasis chipset Broadcom di seluruh dunia.

Parahnya, celah kuno yang telah diabaikan selama 8 tahun ini memungkinkan peretas mengambil alih kendali perangkat hanya melalui jangkauan sinyal Wi-Fi tanpa memerlukan kata sandi maupun interaksi pengguna.

Temuan ini dipaparkan oleh peneliti keamanan siber Quentin Kaiser dalam konferensi keamanan Hexacon di Paris. Nama WPSplinter disematkan secara mandiri oleh Kaiser lantaran Broadcom menolak menerbitkan identitas kerentanan resmi (CVE identifier).

Celah keamanan ini bersarang pada kode lama fitur Wi-Fi Protected Setup (WPS) buatan Broadcom--fitur yang biasa digunakan untuk menghubungkan perangkat ke jaringan Wi-Fi cukup dengan menekan tombol pada router.

Kode tersebut mengalami kegagalan fungsi saat memproses pertukaran pesan tertentu, sehingga memungkinkan peretas membaca memori router hingga mengeksekusi kode berbahaya dari jarak jauh (Remote Code Execution).

Daya rusak serangan ini tergolong sangat berbahaya karena: