Dalam demonstasi teknisnya, Kaiser berhasil menyedot kunci Wi-Fi dari memori NVRAM router Askey TCG3000 milik operator Orange Belgium, serta membuka remote shell penuh secara nirkabel pada router Sagemcom Proximus BBOX3V+ tanpa memerlukan koneksi internet sama sekali.

Skandal terbesar dari kasus WPSplinter adalah runtuhnya rantai pasokan (supply chain) pembaruan perangkat lunak. Saat dilaporkan pada Juli lalu, Broadcom mengaku telah mengetahui celah tersebut sejak 2018 dan mengganti kodenya di lini produk baru. Namun, perbaikan tersebut ternyata tidak pernah sampai ke router yang terpasang di rumah-rumah konsumen.

Kaiser menjelaskan bahwa penolakan Broadcom untuk mendaftarkan kode CVE membuat laporan kerentanan ini tidak pernah masuk ke dalam radar jalur pipa pembaruan (patch pipeline) yang diandalkan oleh produsen router maupun penyedia layanan internet (ISP).

Daftar perangkat terdampak mencakup merek-merek raksasa dunia seperti Cisco, TP-Link, Netgear, Sagemcom, Nokia, ZTE, hingga Zyxel yang digunakan oleh ISP global seperti Movistar, Optus, KPN, dan TΓΌrk Telekom. Kaiser memperkirakan jumlah perangkat yang rentan secara global mencapai ratusan juta unit.

Sisi menarik lainnya dari penemuan celah ini adalah keterlibatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kaiser mengungkapkan bahwa alat berbasis AI membantunya mengidentifikasi dan merumuskan eksploitasi bug rumit ini dalam waktu kurang dari satu minggu--pekerjaan yang secara manual biasanya memakan waktu berbulan-bulan.