NADIKABAR.COM — Bintang film Denisha, Bintang Agara, dan Fadi Alaydrus menceritakan tantangan membintangi film horor-drama terbaru berjudul “Putri Jangan Gentayangan Lagi" garapan sutradara Rizal Mantovani.
Denisha mengatakan memerankan Alana dalam film tersebut memiliki sifat keras, bertanggung jawab namun cukup penakut. Ia juga merasa cukup dekat dengan karakter Alana.
“Kalau karakterku di sini sebenarnya mungkin bukan yang beda jauh banget menurutku, karena si Alana ini juga jarak umurnya dengan aku asli juga enggak terlalu jauh. Terus banyak relate-nya, kayak aku dan Alana sama-sama anak tengah,” kata Denisha, saat mengunjungi ANTARA Heritage Center (AHC) di Jakarta Pusat pada Kamis.
Denisha mengatakan membintangi “Putri Jangan Gentayangan Lagi" menandai pengalaman pertama bermain dalam film horor yang memberikan tantangan yang berbeda dari proyek-proyek sebelumnya yang lebih banyak bergenre drama.
Menurut dia, bermain film horor merasakan prosesnya lebih menguras stamina dan energi karena membutuhkan banyak persiapan teknis. Sebagai film horor pertamanya, Denisha mendapat arahan dari Rizal Mantovani untuk membangun ketegangan sejak adegan direkam.
“Awalnya tuh aku kira kalau horor oke nanti mungkin urusan scoring-nya segala macam, tapi kayak Mas Rizal beneran ngajarin kalau tensi ketakutannya tuh emang harus di-building dari pengambilan syutingnya. Kayak kita melangkahkan kakinya aja udah harus building tension dan ternyata menurut aku itu cukup tantangan yang baru sih,” tutur Denisha.
Aktor Fadi Alaydrus mengaku memerankan Wira dalam film harus menggunakan logat Betawi Ngapak yang dinilainya membedakan karakter-karakter yang pernah dimainkannya sebelumnya.
“Kalau tantangan aku di sini lebih di scene fight battle, terus juga juga sama bahasa ngapak yang harus aku bikin konsisten selama syuting,” kata Fadi.
Selain persoalan logat, Fadi juga mengatakan tantangan membintangi film horor tersebut dalam menjalani adegan pertarungan yang cukup intens yang harus menjaga stamina.
“Terus juga gimana caranya buat ngejaga stamina sepanjang take di saat scene akhir, karena scene akhir itu lumayan panjang juga dan baru kali ini aku syuting yang dibikin emang proper banget gitu kalau misalkan ada shot per shot-nya juga itu. Terus juga keep up sama pace-nya kameramen, pace-nya lawan main, itu juga menjadi tantangan buat aku di project ini,” imbuh dia.
Sementara itu, aktor Bintang Agara yang memerankan Taufik mengatakan tantangan dalam membintangi “Putri Jangan Gentayangan Lagi" datang dari adegan-adegan teknis yang banyak menggunakan praktikal bukan editing.
“Jadi kita semua harus real akting berbenturan. Pokoknya action-action-nya tuh real lah, banyak praktikal, less CGl. Itu tantangan tersendiri karena ini first time aku juga yang banyak teknikal,” kata Bintang.
Film “Putri Jangan Gentayangan Lagi” diadaptasi dari cerita viral dalam sebuah podcast di YouTube, mengisahkan Putri (Kawai Labiba) yang menghadapi kembali ke rumah dalam keadaan sudah memiliki bayi dan ternyata sedang sakit parah.
Hingga akhirnya, Putri meninggal dalam keadaan mengenaskan. Tak lama kemudian, Putri menjadi arwah gentayangan yang menghantui dan meresahkan warga kampung tempat tinggalnya.
Dibintangi juga oleh Kinaryosih, Kawai Labiba, Matacha Parengkuan, Fatimah Habsy, film “Putri Jangan Gentayangan Lagi” dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.