"Selanjutnya petugas melakukan pemanggilan terhadap seluruh pelajar yang berada dalam video tersebut beserta orang tua masing-masing dan Bapak Andi selaku Ketua RT 07 RW 09 untuk dilakukan klarifikasi, pembinaan dan edukasi," ungkap Bambang.

Dalam kesempatan itu, polisi memberikan edukasi mengenai bahaya berkendara dengan membawa penumpang melebihi kapasitas. Aksi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan, termasuk kendaraan kehilangan keseimbangan hingga terjatuh saat melakukan pengereman atau menghindari kendaraan lain.

"Kami juga memberikan pemahaman mengenai risiko kecelakaan, antara lain kendaraan kehilangan keseimbangan, terjatuh saat melakukan pengereman atau menghindari kendaraan lain, serta risiko luka terhadap pengendara maupun seluruh penumpang," ungkapnya.

Polisi mengungkap para pelajar tersebut bonceng empat karena motor hampir kehabisan bensin. Salah satu pelajar, MD mengaku mengajak ketiga temannya untuk naik motornya dengan alasan supaya lebih efisien. Mereka diketahui saat itu baru pulang sekolah dan hendak pulang ke rumah masing-masing.

"Menurut pengakuan anak inisial MD yang bawa motor, dia bonceng tiga orang temannya dengan alasan bensinnya habis dan dia mau ke SPBU," kata Bambang.