NADIKABAR.COM — Aksi seorang pria yang diduga mencuri pakaian dalam wanita di Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, terekam kamera CCTV. Pria tersebut diketahui sehari-hari berjualan siomai bersama ayahnya.

Warga setempat, Unang Nurdiana mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Senin (31/8) siang. Dalam rekaman CCTV, pria tersebut terlihat menggunakan celana pendek dan mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX.

"Pas dilihat CCTV sudah lama sih, sekitar jam dua (siang), atau setengah dua apa jam duaan. Pakai celana pendek, pakai motor NMAX. Kelihatan di CCTV," kata Unang kepada NadiKabar, Kamis (3/9/2026).

Rekaman CCTV tersebut viral di media sosial Facebook. Unang yang melihat rekaman itu mengaku mengenali sosok pria tersebut sebagai penjual siomai.

"Pas dilihat CCTV, dimasukin ke Facebook. Langsung pas saya kenal orangnya, 'Ini penjual somay'," ujarnya.

Menurut Unang, pria tersebut diketahui tinggal mengontrak di Dusun Pasantren, Desa Beusi, Kecamatan Ligung. Sementara lokasi dugaan pencurian berada di sebuah kos-kosan di Desa Gandawesi, tepatnya di Blok Senen.

Sehari-hari, pria tersebut berjualan siomai bersama ayahnya dengan cara berkeliling. Namun, menurut Unang, pria itu lebih sering mangkal di sekitar depan salah satu minimarket di Desa Gandawesi.

Setelah mengenali pria dalam rekaman CCTV, Unang kemudian berupaya menemui yang bersangkutan. Saat itu, dia kebetulan melihat pria tersebut melintas menggunakan sepeda motor.

"Saya mau ke kontrakannya, dia kebetulan lewat bawa motor. Saya berhentiin, langsung bawa ke desa," jelasnya.

Pria tersebut kemudian dibawa ke pihak desa untuk dimintai keterangan. Dari hasil pengecekan warga, pakaian yang diduga dicuri terdiri dari sekitar sembilan celana dalam wanita dan sejumlah daster.

Pakaian tersebut, kata Unang, diduga diambil dari sejumlah lokasi berbeda. "Beda-beda (lokasinya). Enggak sekali, seringlah," ucapnya.

Saat dimintai keterangan di desa, pria tersebut disebut menyampaikan sejumlah alasan terkait perbuatannya. Namun, Unang mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan yang sebenarnya.

"Pas diminta keterangan di desa orangnya kaku. Udah (ngakunya) buat pesugihan, udah buat apa, terus yang terakhir buat apa istilahnya itu seksual lah," tuturnya.

Setelah dibawa ke pihak desa, Unang mengaku tidak mengetahui lebih lanjut mengenai proses penyelesaian perkara tersebut. Ia menyebut dirinya hanya mengantarkan pria itu kepada pihak desa.

"Saya tidak tahu lagi penyelesaiannya. Karena dibawa sama orang desa," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Ligung Iptu Aseng Suwanda membenarkan perkara tersebut telah diselesaikan di tingkat desa. "Penyelesaiannya sudah sama desa itu mah," kata Aseng.

Menurutnya, polisi turut mendampingi proses penyelesaian perkara tersebut melalui pendekatan problem solving. "Sudah problem solving. Beres di desa," ujarnya.