Berdasarkan pemantauan pada hari ini pukul 06.00 sampai 12.00 WIB, terdapat 17 low frequency. Gempa ini berfrekuensi rendah yang dapat berkaitan dengan dinamika fluida gunung api.

Badan Geologi juga mencatat adanya 23 gempa hybrid yang terjadi di Anak Krakatau hari ini. Gempa ini menandakan sinyal beberapa fase yang dapat mencerminkan rekahan batuan dan pergerakan fluida.

Selain itu, Badan Geologi mencatat ada 9 tremor harmonik dan tremor menerus yang terjadi di Gunung Anak Krakatau hari ini. Berdasarkan pemantauan tersebut, status Gunung Anak Krakatau masih berada di level III atau siaga.

Erupsi terus-menerus Gunung Anak Krakatau yang berada di Lampung Selatan berakhir setelah 25 jam. Karakteristik erupsi Gunung Anak Krakatau mengalami perubahan.