NADIKABAR.COM — Aktivitas Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara pada periode pengamatan Senin (5/10) didominasi gempa embusan.
"Gempa embusan terekam sebanyak 54 kali, amplitudo 7-50 milimeter, durasi 12-92 detik," sebut petugas Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Vieko Christianse Rompas, dalam laporan yang dibagikan dalam grup percakapan "Info Gunung Api Sitaro" di Manado, Selasa.
Pada periode pengamatan tersebut juga terekam dua kali gempa guguran, 33 kali gempa tremor non-harmonik, dan 21 kali gempa tremor harmonik.
Selain itu, terekam dua kali gempa hybrid/fase banyak, satu kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa tektonik lokal, dan empat kali gempa tektonik jauh.
Teramati asap kawah utara putih tebal lebih kurang 5-20 meter, terjadinya guguran lava pijar dari puncak kawah utara yang mengalir ke arah selatan lebih kurang 700 meter.
Guguran lava pijar juga meluncur ke arah barat daya dan barat menuju ke Kali Pangi, Kali Kinali, Kali Sumpihi, Kali Hung dan Kali Kiawang sekitar 100-1.000 meter.
Sementara itu, guguran lava juga mengarah ke barat laut menuju ke Kali Batuare, Kali Batu Kole, dan Kali Malebuhe lebih kurang 100-700 meter.
Pada malam hari tampak pada CCTV dari kawah selatan teramati sinar api lebih kurang lima meter.
Pada tingkat aktivitas Level II (Waspada), diharapkan masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendekati, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2,5 kilometer.
Warga juga diharapkan mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya.