NADIKABAR.COM — Pos Pemantau Gunung Lewotobil Laki-laki melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan kecenderungan menurun selama periode 1–15 Oktober 2026, meskipun dinamika fluida dan gas di dalam gunung api masih berlangsung.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Herman S Boro, dalam laporan diterima di Kupang, Jumat, menjelaskan penurunan aktivitas tersebut terlihat dari berkurangnya sejumlah jenis gempa vulkanik, terutama gempa vulkanik dalam, gempa low frequency, dan gempa harmonik.
Berdasarkan hasil evaluasi kegempaan, gempa vulkanik dalam tercatat 65 kejadian, turun dibandingkan periode sebelumnya yang 92 kejadian. Gempa low frequency juga menurun dari 70 menjadi 44 kejadian, gempa harmonik berkurang dari delapan menjadi dua kejadian, gempa embusan 33 kejadian, sedikit meningkat dibandingkan periode sebelumnya 31 kejadian, sedangkan tremor non-harmonik masih mendominasi aktivitas kegempaan dengan 282 kejadian selama periode pengamatan.
Meski menunjukkan tren penurunan, ia mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi, aktivitas vulkanik belum sepenuhnya berhenti. Hal itu terlihat dari masih terekam gempa yang berkaitan dengan dinamika fluida dan gas di dalam tubuh gunung api.