Pemeran yang akrab dengan panggilan Teteh Desy karena darah Sundanya itu mengaku selalu berupaya memperbaiki dialek Minangnya dalam setiap kesempatan dan menganggap belajar bahasa sebagai pengalaman baru, bukan semata persoalan.

"Menurut saya ya jadi banyak pengalaman barulah di syuting film ini," kata Desy.

Penutup trilogi film biografi tentang Haji Abdul Malik Karim Amrullah itu mengambil latar kisah semasa kecil sang tokoh ulama tersebut hingga menikah dengan istrinya, Siti Raham.