NADIKABAR.COM — Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente menilai tabrakan maut dua kereta di negaranya sebagai peristiwa yang tidak masuk akal. Dia pun membeberkan kronologi kecelakaan yang menewaskan puluhan orang tersebut.
Rabu (28/10/2026), Puente mengatakan kecelakaan itu diduga berkaitan dengan keputusan pengatur lalu lintas kereta yang mengizinkan salah satu kereta kembali berjalan. Keputusan itu diambil setelah terjadi gangguan pada sistem persinyalan.
Puente menjelaskan awalnya terdapat gangguan komputer pada sistem persinyalan utama LZB yang membuat seluruh kereta di area tersebut berhenti secara otomatis. Kereta cepat Renfe dan Iryo yang kemudian terlibat dalam tabrakan itu termasuk yang terdampak.
Setelah itu, sistem kendali milik Adif, pengelola infrastruktur perkeretaapian Spanyol, mengambil alih kendali. Pusat kendali kemudian mengizinkan kereta Renfe kembali melaju meski sinyal merah masih aktif.