NADIKABAR.COM — Pebulu tangkis para Indonesia Muhammad Al Imran membayar kekalahan dari wakil Thailand Mongkhon Bunsun dengan kemenangan dua gim langsung pada debutnya di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Al Imran mengalahkan Bunsun 21-14, 21-17 pada laga pertama Grup D tunggal putra SL3 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Jumat.
"Alhamdulillah tadi pertandingan bisa dimenangkan. Walaupun di gim kedua ada kram di paha, mungkin karena ini debut di Asian Para Games. Jadi rasa menggebu-gebu itu pasti," kata Al Imran seusai pertandingan.
Kemenangan tersebut terasa istimewa karena Bunsun merupakan pemain yang mengalahkannya pada final tunggal putra SL3 ASEAN Para Games Thailand 2025 dengan skor 12-21, 19-21.
Al Imran mengatakan hasil pertemuan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama tim pelatih sebelum kembali menghadapi pemain Thailand itu di Nagoya.
"Mungkin perbedaannya lebih ke evaluasi dari kekalahan yang kemarin. Kalahnya di mana, salahnya di mana, itu lebih diperbaiki agar bisa main lebih bagus dan melihat celah-celahnya," ujar dia.
Kemenangan pertama itu sekaligus menjadi modal penting bagi Al Imran dalam persaingan Grup D yang juga dihuni Daisuke Fujihara dari Jepang dan Jianyuan Yang dari China.
"Anak-anak juga bilang kalau Grup D ini grup neraka karena unggulan Thailand, Jepang, dan China kumpul jadi satu. Makanya harus mempersiapkan diri lebih matang lagi dari sisi mental maupun fisik," kata Al Imran.
Meski baru pertama tampil di Asian Para Games, Al Imran tetap membidik hasil tertinggi di Nagoya.
"Siapa yang enggak mau medali emas. Mudah-mudahan semuanya doa dan dukungannya, semoga bisa membawa emas untuk Indonesia," ujarnya.
Selain tunggal putra SL3, Al Imran juga turun pada nomor ganda putra bersama Suryo Nugroho.