Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin tersebut mengatakan beberapa gas beracun yang kerap ditemukan dan memberikan paparan akibat karhutla di antaranya ialah Nitrogen Oksida (NOx) dan Ozon (O₃).
Kedua senyawa tersebut dalam ilmu respirologi terbukti dapat membuat masalah pernapasan pada orang yang terpapar dalam jumlah berlebihan terutama pada anak-anak yang termasuk kelompok rentan.
Untuk nitrogen oksida, ketika bercampur dengan air dapat menghasilkan berbagai jenis gas nitrogen seperti nitrogen monoksida dan nitrogen dioksida.
Ketika terhirup, anak-anak berpotensi mengalami iritasi saluran napas yang parah mulai dari batuk, nyeri tenggorokan, hingga mungkin menciptakan sesak napas akut.
Adapun ozon yang terbentuk akibat karhutla juga sangat berbahaya, ozon ini jelas berbeda dengan lapisan ozon yang melindungi bumi dari radiasi ultraviolet Matahari.