Ozon itu hasil pembakaran tidak sempurna di kondisi karhutla tercipta dari hasil pembakaran pohon, daun, dan lahan gambut.

Saat anak-anak bermain hujan di tengah kualitas udara yang belum stabil, mereka rentan menghirup ozon tanah yang sifatnya sangat iritatif terhadap saluran pernapasan.

Selain masalah gas dan senyawa kimia yang berbahaya, partikel debu halus atau PM2.5 yang selama ini tercipta akibat karhutla juga belum sepenuhnya benar-benar hilang hanya dalam satu kali masa hujan deras.

Dibutuhkan setidaknya beberapa pekan dengan hujan intensitas deras agar kondisi PM2.5 yang berbahaya bisa kembali ke kondisi normal.

"Partikel PM 2.5 itu memang susah untuk turun ke bawah ya. Mungkin perlu beberapa minggu untuk bisa turun ke bawah (indikatornya)," kata dokter Khariyadi.