NADIKABAR.COM — Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan alasan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. Meskipun Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan.

Destry mengatakan keputusan tersebut diambil setelah BI melakukan assessment dan simulasi dampak kenaikan terhadap berbagai dampak kebijakan suku bunga terhadap perekonomian.

Kemudian juga mempertimbangkan kondisi inflasi yang merupakan anchor (jangkar) kebijakan. Di mana kondisi inflasi masih aman.