NADIKABAR.COM — Siaran LaLiga masih tak diputar di China akhir pekan ini. Negeri Tirai Bambu masih perlu waktu menanggapi kasus meme diktator Kylian Mbappe.

Mbappe memicu kontroversi dengan China. Bintang Real Madrid itu dianggap menyinggung karena candaannya kepada bapak bangsa China Mao Zedong.

Mbappe saat itu menyatakan bahwa salah satu meme favoritnya adalah gambar wajah dirinya yang ditumpangkan pada sosok "diktator Tiongkok". Meski tak menyebutkan secara langsung, sosok diktator itu merujuk kepada Mao Zedong.

China bereaksi dengan memboikot Mbappe. 2 brand negara tersebut menarik sponsorship dari sang pemain, sementara stasiun tv nasional China CCTV menangguhkan penayangan LaLiga.

Kylian Mbappe sudah menuliskan permintaan maaf, begitu pula Real Madrid selaku klub tempatnya bermain. Bos LaLiga Javier Tebas berupaya menjaga hubungan baik dengan China dan berharap aksi boikot bisa diakhiri.

Duta Besar China untuk Spanyol Yao Jing mengaku sudah ada komunikasi dengan LaLiga dan Real Madrid untuk mengatasi masalah ini. Di sisi lain, pihaknya meminta waktu untuk mencerna kata-kata yang membuat negaranya sakit hati.

"Belum ada kesepakatan, tapi ada komunikasi berdasarkan pemahaman bersama," kata Yao Jing, dilansir dari EFE Deportes.

"Insiden yang tidak menguntungkan ini telah melukai perasaan banyak orang di Tiongkok, yang harus menerima situasi saat ini," ujarnya.

Pernyataan Yao Jing ditegaskan Atase Kedutaan Besar China di Spanyol Xie Tianyu. Menurutnya boikot kepada LaLiga dan Real Madrid masih terjadi karena masyarakat China butuh waktu untuk menanggapi hinaan yang dilontarkan Mbappe.

"Tidak ada cukup waktu, rakyat China membutuhkan waktu untuk mencerna ini. Ini bukan masalah yang mudah bagi rakyat Tiongkok, dan Real Madrid adalah klub yang memiliki banyak pengikut dan banyak cinta di China," Tianyu menuturkan.