NADIKABAR.COM — Seniman senior Jaja Mihardja, ternyata nggak kepikiran buat mematenkan jargon legendarisnya, Apaan Tuh? yang udah melekat banget sama dirinya selama puluhan tahun di dunia hiburan Tanah Air.
Bukannya didaftarkan sebagai hak kekayaan intelektual biar nggak ditiru orang lain, pria yang akrab disapa Ayah Jaja ini, justru santai dan mempersilakan siapa aja buat menggunakan celetukan khasnya tersebut.
"Ngapain (dipatenkan)? Jangan... Biar orang pakai," ujar Jaja Mihardja saat ditemui di Studio FYP Trans 7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Sabtu (10/10/2026).
Meski nggak keberatan kalau jargon andalannya ditiru, seniman Betawi ini, tetap punya ciri khas yang bikin gayanya beda dari orang lain. Apalagi kalau bukan gestur menutup sebelah mata saat melontarkan celetukan apaan tuh?.
"Kalau Apaan Tuh? pasti matanya sebelah," kata Jaja sambil memperagakan gaya khasnya yang udah melekat di ingatan banyak orang.
Di balik kesuksesan jargon tersebut, aktor sekaligus pedangdut senior ini juga mengenang perjuangannya saat pertama kali memperkenalkan gaya khas itu.
Ternyata, perjalanannya nggak selalu mulus. Ketika masih aktif menjadi pembawa acara televisi, gaya yang kini ikonik itu sempat menuai kritik, bahkan bikin berdebat dengan sesama rekan artis.
"Dulu kita sama artis sampai ribut, teman-teman artis. Waktu jadi pembawa acara itu kan. (Mereka bilang) 'Kenapa lu pakai begitu-begitu sih? Biasa aja kenapa sih?'," kenang Jaja.
Meski sempat dikritik, Jaja nggak ambil pusing dan tetap konsisten dengan gayanya sendiri. Bahkan ia menyebut masih terus digunakannya, terutama saat menjadi pengantar sebelum jeda iklan komersial.
Siapa sangka, gaya yang dulu dianggap aneh justru sukses mencuri perhatian penonton. Jargon Apaan Tuh? pun menjelma jadi ciri khas yang bikin nama Jaja Mihardja terus dikenang lintas generasi sampai sekarang.
"Lain, (ternyata) hari ini berhasil amin amin," pungkas Jaja.