Resultante dari melonjaknya tingkat partisipasi pemilih warga Arab adalah partai-partai Arab mendapatkan limpahan suara yang sangat besar, mencapai 14,72 persen suara, atau 19 kursi parlemen (Knesset). Rinciannya adalah 11 kursi untuk Joint List yang merupakan aliansi sejumlah partai Arab dan 8 kursi untuk Partai Ra'am.
Kenaikan sembilan kursi itu seketika mengubah lanskap politik Israel dan sekaligus menghalangi blok sayap kanan pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam memerintah kembali negara berpenduduk 10,2 juta jiwa itu.
Jumlah warga minoritas Arab sendiri mencapai 2,16 juta orang atau 21 persen dari total penduduk Israel. Mereka hampir sepertiga dari jumlah penduduk Yahudi yang mencapai 7,97 juta jiwa. Warga Arab Israel umumnya beragama Islam, Kristen, dan Druze.
Keberhasilan menaikkan tingkat partisipasi pemilu di kalangan pemilih Arab itu sendiri adalah buah dari upaya agresif sejumlah pihak dalam beberapa bulan terakhir, yakni para calon wakil rakyat dari komunitas Arab, para aktivis, dan penyelenggara kampanye.