NADIKABAR.COM — Ekonomi kawasan Uni Eropa melambat, hanya tumbuh 0,4% pada kuartal III-2026. Perlambatan ini terjadi di tengah badai krisis yang melanda Prancis dan sejumlah negara utama lainnya hingga mengakibatkan kontraksi ekonomi ke kawasan sekitar.
Berdasarkan data badan statistik Eurostat, angka pertumbuhan ekonomi sebesar 0,4% ini masih lebih baik jika dibandingkan ekspektasi para ekonom dalam polling Reuters yang sebelumnya mematok angka hanya 0,2%. Namun capaian ini masih lebih rendah dari kuartal sebelumnya.
Diketahui, zona euro yang saat ini beranggotakan 21 negara mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 0,6% pada kuartal II-2026. Pertumbuhan ini didapat usai perkumpulan negara-negara Uni Eropa itu sempat mengalami stagnasi pada tiga bulan pertama atau kuartal I tahun ini.
"Zona euro menunjukkan ketahanan yang tak terduga di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang cukup besar," ujar Joe Nellis selaku Kepala Penelitian Ekonomi di firma akuntansi MHA, dikutip dari CNBC, Sabtu (31/10/2026).
Meski begitu, Nellis mengingatkan bahwa ketahanan semu ini bisa jadi menutupi masalah struktural akut yang sudah berakar lama, mulai dari lesunya produktivitas dan belanja investasi, tekanan demografis, hingga merosotnya daya saing industri Eropa.