Keputusan final mengenai proses pembinaan Upin dan Ipin selanjutnya baru akan ditetapkan setelah dilaksanakannya Rapat Pengambilan Keputusan Bersama yang melibatkan penyidik, Bapas, Pekerja Sosial, DP3A Kota Surabaya, serta pihak keluarga korban dan pelaku.

"Kita mengambil langkah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan juga petunjuk dari PP 65 Tahun 2015 tentang diversi dan pengambilan keputusan bersama untuk anak di bawah 12 tahun," tutur Yoyon.

Seperti diketahui, seorang bocah dengan down syndrome atau penyandang disabilitas intelektual, berinisial Z (10) di Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur ditemukan tewas dengan wajah membiru, leher terjerat tali sepatu dan mulut dijejali sabun colek.

Ayah korban, SAW (53) menduga anaknya itu tewas usai dirundung atau di-bully dua anak tetangganya. Sementara polisi masih melakukan penyidikan.

SAW menuturkan peristiwa itu terjadi Sabtu (12/9) pagi. Saat ia sedang berada di rumah, namun tengah tertidur setelah minum obat pascaoperasi ginjal. Sedangkan istrinya, NF, sedang berjualan sari kedelai di pasar.

Sang anak, Z, adalah penyandang disabilitas intelektual yang sehari-harinya menggunakan kursi roda. Saat itu korban diketahui sedang berada di teras rumah.

Kemudian, sekitar pukul 09.20 WIB, NF pulang dan langsung berteriak histeris. SAW terbangun dan mendapati anaknya, yang hanya bisa duduk di kursi roda, sudah terjatuh di teras rumah.

"Sekitar jam 09.20 WIB istri saya datang. Tiba-tiba istri saya berteriak-teriak, 'Bi, anaknya biru, anaknya wis biru'," kata SAW saat dikonfirmasi, Minggu (18/10).

Mendapati kejadian itu, SAW berupaya menenangkan istrinya yang menangis histeris. Dia lalu menggendong Z untuk melihat kondisinya lebih dekat.

"Posisinya terjungkal sujud begitu. Jidatnya ada benjolannya, bekas kayak tersungkur, jadi jatuh dari kursi roda," ucapnya.

Betapa kagetnya SAW, saat melihat leher Z ternyata dalam kondisi terjerat tali sepatu, wajahnya juga sudah membiru dan ada benda menyerupai sabun colek di mulut anaknya tersebut.