"Lehernya dijerat tali sepatu, mulutnya dijejali sabun colek, dan tubuhnya ditaburi daun lamtoro. Hasil autopsi di Polda Jawa Timur juga ada cairan sabun colek di lambung anak saya," ujarnya.
Mengetahui kejadian itu, warga di sekitar rumahnya kemudian berkerumun. Namun mereka hanya tertegun dan tak memberikan pertolongan.
SAW lantas membawa anaknya itu ke rumah sakit terdekat dengan bantuan salah seorang warga penghuni kos di gang kampungnya. Namun sayangnya, nyawa Z tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pukul 09.45 WIB.
Merasa tak terima, SAW lantas memeriksa rekaman CCTV di sekitar rumahnya. Di rekaman itu, ia melihat dua bocah anak tetangga yang berusia 8 dan 10 tahun, keluar masuk ke kediamannya secara bergantian pada pukul 08.15 hingga pukul 08.47 WIB, di hari ketika anaknya ditemukan tewas mengenaskan.
Ia menduga, kedua bocah itulah yang melakukan perbuatan perundungan hingga menyebabkan Z meninggal dunia. Apalagi buah hatinya itu adalah anak disabilitas yang sehari-harinya menggunakan kursi roda dan terbatas geraknya.
"Anak saya ini berkebutuhan khusus, dia mengalami down syndrome dan cerebral palsy (CP). Dia tidak bisa bicara, tidak bisa berdiri, matanya agak kabur, dan tangannya lemas tidak bisa memegang benda," kata SAW.
Ini bukan kali pertama Z mengalami perundungan dan kekerasan fisik serupa. SAW mengatakan, sepakan sebelum meninggal, ia menemukan ada tali yang melingkar di punggung anaknya itu.
Di kejadian sebulan lalu, wajah dan tubuh Z juga ditemukan dalam kondisi dipenuhi pasir. Ia menduga pelakunya adalah dua anak yang sama.
SAW dan istrinya pun sudah melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya dengan nomor laporan LP/B/1843/IX/2026/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur tertanggal 12 September 2026. Satu pelaku sudah ditetapkan tersangka.
"Sementara yang lain belum menjadi tersangka karena polisi menyebut dia tidak ikut menjerat [leher Z]. Hati saya hancur dan remuk sekali saat melihat pelaku masih berkeliaran bebas di depan saya saat Jumatan, sementara anak saya yang tidak berdaya sudah tiada," katanya.