NADIKABAR.COM — SPBU 54.651.05 Jalan Raya Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang sempat menggunakan suara mirip Jokowi dan Prabowo untuk menyampaikan stok BBM jenis Pertalite habis terjual. Di balik ide kocak itu, mereka punya alasan khusus menggunakan rekaman suara dalam penyampaian ketersediaan stok BBM.

Pengawas SPBU 54.651.05 Jalan Raya Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Supriyanto membenarkan bahwa pihaknya sempat menggunakan suara pria yang mirip Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan kondisi stok BBM jenis Pertalite yang habis.

"Iya itu anak-anak yang buat. Tapi sekarang kita sudah tidak menggunakan lagi," ucap Supriyanto ditemui di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2026).

Ia mengaku pihaknya tidak lagi menggunakan rekaman suara itu karena telah menerima teguran keras dari manajemen Pertamina. Akhirnya diputuskan untuk menghapus dan tak menggunakan cara itu lagi.

"Ditegur, sudah kita hapus," tegasnya.

Supriyanto mengungkapkan alasan mengapa ide menyampaikan pengumuman menggunakan suara Jokowi dan Prabowo itu karena menurutnya kalau suara cepat didengar sedangkan tulisan kerap tidak diperhatikan.

"Kalau suara kan cepat didengar, karena kasihan kalau sudah mengantre ternyata baru tahu kalau Pertalite-nya habis," ungkapnya.

Namun karena teguran, pengumuman dengan rekaman suara mirip Jokowi dan Prabowo yang dibuat dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI) itu dihilangkan. Pihak SPBU kini kembali menggunakan papan tulisan untuk mengumumkan ketersediaan stok BBM.

"Sudah kita ganti, dengan membuat papan tulisan. Sudah kita buat, nanti kalau Pertalite dalam kondisi habis, kami pasang agar masyarakat tahu," ujarnya.

Ia menjelaskan jika rekaman suara itu sempat diputar pada Rabu (2/9). Rekaman suara itu diputar terutama ketika kondisi stok Pertalite habis dan tengah menunggu pengiriman dari Pertamina.

"Kemarin itu, saat Pertalite memang pas habis, nunggu pengiriman," jelasnya.

Supriyanto menuturkan bahwa permintaan BBM non subsidi khususnya Pertalite di SPBU Tlogomas cukup tinggi karena mayoritas konsumen di SPBU itu adalah mahasiswa yang banyak menggunakan kendaraan roda dua.

"Di sini paling cepat terjual Pertalite, karena banyak yang beli mahasiswa. Apalagi sekarang kuliah sudah mulai jalan," tuturnya.

Hari ini saja, kata Supriyanto, SPBU Tlogomas menerima suplai Pertalite sebanyak 48 ribu liter. Dia memprediksi stok itu akan ludes terjual pada esok pagi.

"Hari ini 48 ribu liter terima pengiriman, pasti besok pagi habis terjual. Kuliah libur hanya 32 ribu liter," bebernya.