"Tetapi universitas tidak mungkin menciptakan seluruh lapangan pekerjaan sendirian. Kalau industri tidak berkembang, investasi produktif lemah, sektor manufaktur dan teknologi tidak cukup menyerap tenaga terdidik, serta ekosistem riset dan inovasi belum tumbuh kuat, lulusan perguruan tinggi akan tetap menghadapi keterbatasan kesempatan kerja," kata Anggun.
Oleh karena itu Anggun menekankan bahwa pendidikan tinggi harus ditempatkan sebagai satu ekosistem. Mahasiswa membutuhkan akses yang terjangkau, kampus membutuhkan pembiayaan yang memadai, dosen membutuhkan kesejahteraan yang layak, sedangkan lulusan membutuhkan ekonomi yang menyediakan pekerjaan berkualitas.
"Bagi Adaksi, keberhasilan kebijakan kuliah gratis nantinya jangan hanya diukur dari berapa juta mahasiswa yang tidak lagi membayar UKT, tetapi juga harus dilihat dari apakah mutu pendidikan meningkat, fasilitas membaik, beban pengajaran menjadi rasional, kesejahteraan dosen meningkat, dan lulusan memperoleh kompetensi yang semakin relevan dengan perkembangan dunia kerja," ucap Anggun Gunawan.