NADIKABAR.COM — Perusahaan manajer investasi Allianz Global Investors (AllianzGI) Indonesia menjelaskan peralihan investasi global ke sektor teknologi kecerdasan buatan (AI) turut memengaruhi aksi jual asing di pasar saham nasional, sementara peluang investasi domestik dinilai tetap terbuka.

Presiden Direktur AllianzGI Indonesia Aliyahdin Saugi mengatakan sebagian investor global mengalihkan penempatan dananya ke pasar Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat (AS) yang memiliki perusahaan terkait AI.

“Jadi (keluarnya dana) enggak serta-merta gara-gara MSCI ini,” kata Aliyahdin dalam Media Roundtable di Jakarta, Senin.

Menurut dia, pengalihan dana tersebut juga didorong peluang investasi pada perusahaan pembuat cip dan pengembangan infrastruktur AI, termasuk pusat data, yang menjadi perhatian investor global.

“Ada juga yang pindah gara-gara mereka ada opportunity di Korea, di Taiwan, atau di Amerika,” ujarnya.

Ia mengatakan pergerakan dana asing perlu dilihat dalam konteks perubahan pilihan investasi internasional, tidak hanya berdasarkan sentimen terhadap pasar modal Indonesia.

Aliyahdin menjelaskan manajer investor aktif dapat mengubah komposisi portofolio sebelum terjadi perubahan indeks acuan, sedangkan investor pasif umumnya menyesuaikan penempatannya mengikuti indeks yang digunakan.