Ia menyebut dana asing yang keluar dari saham Indonesia sejak awal 2026 telah melampaui 5 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp90,69 triliun.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan jual bersih saham secara kumulatif Rp97,921 triliun hingga 30 Oktober 2026, termasuk jual bersih Rp138,71 miliar pada perdagangan Jumat (30/10).
Pada pekan perdagangan 26β30 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 7,03 persen ke posisi 5.057,05 dari 5.439,26 pada penutupan pekan sebelumnya.
Meski demikian, Aliyahdin mengatakan Indonesia tetap memiliki peluang menarik investasi karena didukung ukuran ekonomi domestik yang besar dan keberagaman sektor perusahaan yang tercatat di bursa.
βKalau melihat Indonesia itu, kita punya segala macam sektor,β ucap dia.
Keberagaman bidang usaha, lanjut dia, memberi investor pilihan untuk menilai saham berdasarkan karakteristik bisnis dan prospek masing-masing perusahaan, bukan hanya mengikuti perpindahan minat global ke sektor teknologi.