AMI berencana menambah kapasitas 300 MW ke pasar dalam 15 bulan mendatang, yang melibatkan belanja modal lebih dari AS$20 miliar selain AS$6 miliar yang telah dikomitmenkan untuk kapasitas awal 100 MW.

"Kedua fasilitas tersebut akan dibangun dengan standar arsitektur yang sama seperti AI Factory di Hyderabad, yaitu mengintegrasikan platform NVIDIA Vera Rubin dengan jaringan RDMA over Converged Ethernet (RoCE) throughput tinggi untuk pemindahan data yang cepat dan efisien serta sistem penyimpanan yang canggih,” kata Anil Chalamalasetty, Chairman AM Intelligence. β€œSetiap lokasi dirancang untuk mendukung kepadatan daya rak yang tinggi dan sepenuhnya menggunakan pendingin cair, sehingga infrastrukturnya mampu mengakomodasi generasi silikon AI berikutnya dalam jejak fisik yang sama.”

β€œAM Intelligence menghadirkan AI factory generasi berikutnya ke India dan Malaysia dengan NVIDIA Vera Rubin,” kata Vishal Dhupar, Managing Director Asia South di NVIDIA. β€œMelalui perpaduan accelerated computing dengan jaringan berperforma tinggi dan infrastruktur berpendingin cair, AMI membangun landasan bagi pengembang dan perusahaan untuk mengembangkan AI yang lebih ambisius.”

AMI telah mengembangkan pipeline kapasitas Compute-as-a-Service sekitar 400 MW di berbagai lokasi seperti di India, Amerika Serikat, Eropa, dan Malaysia. Ketiga pesanan yang dibuat hingga saat ini adalah tahap pertama yang telah dikomitmenkan dalam pipeline tersebut, sedangkan sisanya sedang dalam tahap pengembangan untuk direalisasikan di fase-fase berikutnya pada tahun 2027 sampai awal 2028 .

Pipeline tersebut merupakan langkah lanjutan dari rencana AMI yang telah diwujudkan untuk menghadirkan kapasitas Compute-as-a-Service sebesar 1 GW bagi beban kerja AI di seluruh dunia, sebagai bagian dari program yang lebih luas untuk pusat data AI berdaya listrik 5 GW di India, Amerika Serikat, dan Eropa.