Melalui teknologi perbankan, bank digital tersebut dapat memfasilitasi pelaku industri untuk membangun rekam jejak transaksi dan menata keuangan mereka.
Diskusi lintas industri ini merespons potensi besar ekonomi kreatif Indonesia yang berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja nasional.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025, sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta pekerja, melampaui target 25,55 juta orang.
Sementara Bank Indonesia (BI) mengidentifikasi belanja produksi film juga menghasilkan efek pengganda, karena aktivitas belanja produksi tersebut turut menggerakkan berbagai sektor usaha yang lain mulai dari perhotelan, katering, transportasi, hingga pelaku UMKM lokal.
Pertumbuhan sektor perfilman nasional tidak hanya membuka peluang bagi sineas dan aktor, tetapi juga penulis, editor, penata kamera, kru produksi, vendor, serta berbagai sektor pendukung lainnya.