Kegiatan puncak yang diselenggarakan AMI bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Museum Rudana of The Rudana Art Institution, dan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali ini diikuti para tokoh bangsa, budayawan, seniman, serta insan permuseuman. Dalam perayaan tahun ini, AMI mengangkat tema Hari Museum Indonesia ke-11, yakni "Museum Soko Guru Bangsa, Rumah Kebudayaan Kita". Tema tersebut menegaskan pentingnya museum dalam merawat ingatan kolektif, mengembangkan pengetahuan, serta memperkuat jati diri bangsa.
Pimpinan The Rudana Art Institution yang menaungi museum, galeri, yayasan, dan berbagai inisiatif kebudayaan ini menuturkan, kebesaran sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kemajuan pembangunan dan pencapaian material, tetapi juga dari kemampuannya menjaga kebudayaan serta meneruskan nilai-nilai luhur lintas generasi.
"Oktober menjadi bulan istimewa atau bulan sakti bagi permuseuman dan kebudayaan Indonesia. Rangkaian peringatan diawali dengan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober, dilanjutkan Hari Museum Indonesia pada 12 Oktober, serta Hari Kebudayaan Nasional pada 17 Oktober. Melalui museum, kekayaan warisan budaya Nusantara diharapkan tidak sekadar terpelihara secara fisik, tetapi juga terus dihayati dan menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat," ucap Putu.
Puncak perayaan Hari Museum Indonesia dan Hari Kebudayaan Nasional 2026 juga diisi sejumlah agenda kebudayaan. Rangkaian kegiatan meliputi pidato kebudayaan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, pagelaran seni "Huni-Jnana-Hana" yang dipersembahkan ISI Bali, serta pameran tunggal bertajuk "GUWUNG SUWUNG".